setitik harap 3.



















hari ini tagal 1 februari hujan sudah menguyur kota tempatku tinggal dari pagitadi. Aku ingin tidur saja dikamar malas-malasan jika tidak ada janji dengan siapapun pikirku inikan hari minggu .

 Tapi pikiran itu kubuang jauh-jauh karna aku harus pergi menuju pusat kota bandar lampung untuk bertemu seseorang dan ada saja yang ingin kubeli jika sudah berada disana.

Aku bergegas mandi pagi air terasa dingin mengembun ,kupakasakan daripada tidak mandi.
setelah acara mandi selesai kugantipakayan sembari melihat pesan masuk di hpku.

"sayang udah bangun"

Sudah pasti sms itu dari kekasih ku tersayang yang jauh disebrang sana. aku cuekin karan agak siangan nati pasti aku tlpn juga pikirku. pesan berikutnya dari De-bona yang ngambek tadi malam aku lupa mengucapkan selamat ultah untuk adik sepupuku yang mirip bona si anak gajah hehehe dia gemuk tapi cantik kok...
kubalas untuk mengucapkan selamat ultah padanya.

"Gil...udah selesai belom"kata mbak imut kakak ku yang daritadi ternyata menungu diluar kamar ingin meminta bantuan membuka pintu gerbang yang masih terkunci pukul 7 pagi ini.

Kalo mau ngomongin aktifitas dirumah gak ada habisnya memang bantu ini bantu itu tapi aku senang kebersaman dirumah susah untuk dilupakan . aku menaiki sepedah merahku untuk menuju Rental komik tercinta hari ini sesungguhnya aku tidak jaga ada Tri sahabat sekaligus patner kerja ku yang dengan setia nungu kalo hari mingu.

"lo..katanya mingu gak jaga"kata seorang pria berkumis tipis dengan seyum memaksakan dia adalah aji.

"Gue mau pulang kekarang ji"balas ku membalas seyumnya.

"Emang tiap mingu kamu pulang?"ucapnya lagi.

"Gak juga sih gue pengen aja pergi kenapa emangnya u mau titip sesuatu?"

"Enggak lah gak ada duit"balasnya lalu masuk kembali kedalam warnetnya. seperti yang kubilang tadi hari ni aku tidak nuggu rental karna ada Tri yang sekarang sudah berdiri disampingku untuk membuka taman bacan / rental kami.

"Elo hari ni jadi ketemu andi?"ucapnya sambil meyapu lantai.

"Kayaknyasih gitu"balasku sambil meyisir rambutku.

"Nanti elo beli komik gak?"

"Kyaknya enggak kemarenkan mas gilang udah beli"balasku lalu memakai sepatuku dan pamit pergi dengan kendaraan umum.

Diperjalan lancar tampahambatan sampai dua jamkemudian aku sampai di sebuah pusat perbelanjan berjalan menuju sebuah konter untuk menemui bambanng sahabatku yang kabarnya baru sembuh dari cidera. 
Tidak aneh memang kalo dia jatuh dari motor atau tabrakan sekalipun kalian pasti tau kenapa karna dia selalu ugal-ugalan dengan teman-temanya.

Setelah melihat kondisi bambang yang mengenaskan karena tanganya oh...sulit untuk diceritakan parah pokonya...dia marah-marah karna hanya aku yang tidak datang saat dia di Rs.

kuserahkan uang 4ratus ribu padanya dan kuberikan taperwer berisi manisan segar yang kubeli dijalan tadi untuknya.

Aku pergi dengan kesal karna bambang cuma ngoceh-ngoceh gak penting sedangkan janji lain dengan Andi batal karna dia tiba-tiba sakit semoga benar karna setauku andi itu pembohong tapi yasudah apapun yangterjadi aku akan pergi sendiri dan tidak akan tergantung pada siapapun pikir ku.

Komentar