setitik harap


setelah kejadian kemarin sibambang yang kumaksut dengan nama"kungfu panda"tidak meyapaku sampai hari ini , biarkan saja dia begitu nanti juga kalo butuh sesuatu pasti meyapa dan dengan seyum yang entah iklas atau tidak dia terseyum dengan wajah sedikit oh ...maf bambang(tolol)upz...dia berkata perlahan"gil...pinjem komik naruto yang baru ya..."ucapnya belum sempat aku berkata"ia"dia sudah pergi dengan buku yang ingin dibacanya. Sudah lalh jangan selalu membuat ribut batinku saat melihat dia pergi..

Oya hari ini aku benar-benar bahagia kenapa aku bahagia?karna hari ini aku bertemu dengan teman-teman yang sangat baik, kuperkenalkan dua sahabatku yang kumaksut selalu membuat hari-hariku semakin bahagia. Dia bernama Tri, gadis yang sesungguhnya tidak terlalu kecil bila melihat dari usianya tapi sangat kecil sekali jika melihat dari postru tubuhnya , oh..tubuhnya benar-benar kurus sekali...berbeda dengan yang satu lagi dia sudah dewasa jika di lihat dari umurnya yang memasuki 23thun dia bernama nur'aini karna namanya begitu sulit jika disebutkan semua kami sepakat memanggilnya Enung saja.

Tri yang lebih akrap kami pangil Ge-Ddong yang berarti =sampah maf jika terdengar kasar Ge-Ddong kami ambil dari judul komik yang sama , nasip Ge-Ddong yaris sama dengan Tri karna selalu menjadi babu/pembantu dirumahnya sendiri . kadang jika melihat keseharian cara berpakayan dan tutur bahasanya Tri sangat terlihat dari keluarga sederhana yang sangat bahagia. Sesungguhnya bukan kehidupan Tri tidak bahagia tapi dia selalu dijadikan pelampiasan ibunya jika sedang ada masalah.. anak yang malang memang, nah..sedangkan Nung dia adalah gadis yang mandiri dan pekerja keras dia sedikit tomboy galak dan oh...kalian pasti tidak meyangka jika dia sangatlah lugu jika ditanya masalah cinta, ciuman dan sejenis dalam dunia Cinta. Nung sudah memiliki kekasih yang sangat luar biasa baik sekali....aku bahagia melihat mereka terlebih karna Enung sangat mencintai pemuda itu. mereka sahabat ku dan mereka punya masalah yang berbeda-beda tapi kutulis semuanya disini bukan untuk membuka setiap masalah yang mereka curahkan padaku setiap hari tapi kutulis karna kebersaman kami yang tak mungkin dilupakan sampai tua nanti.
"gue..bawa jagung rebus nih.."kata Tri yang selalu membawa sejuta makan kampung yang sangat aku sukai, dari jagung, singkong pernah juga dia membawakan aku makan siang dengan menu sambal terasi dan lalapan petai..mungkin sebagian orang jaim untuk memakan yang satu itu tapi tidak bagi ku.
"wah..elo nanem jagung"ucap Nung yang memang tahu kalo keluarga Tri seorang petani.
"itu lo....Mbak dari samping rumah aja tau gak sih..."ucapnya cerita panjang lebar sampai tidak mengenal titik dan koma. TRi memang kadang meyeramkan kalo sudah bercerita dia sangat antusias sampai-sampai tidak meyadari lingkungan sekitar menatapnya dengan mengerutkan kening tandanya"aneh.."
"tri tangung kale...kalo bawa cuma segini"ucap ku mulai menggerogoti jagung yang berasa manis dan nikmat itu.
"ye...emang mau satu kebon gue bawa gak mungkin kan"ucapnya kedua sahabtku itu tau benar kalo aku tukang makan dan memiliki postur tubuh yang berbeda dengan mereka.
"ianih elo itu kerjanya ngunyah aja kayak sapi tau..."ucapnya Nung dengan wajah puas membuat selera makanku hilang.
"eh gue ada tebakan nih..."ucap Enung menaruh komik yang dibacanya lalu wajahnya berubah menjadi serius."burung apa yang nempel ditembok??"ucapnya. membuat aku dan Tri saling menatap."apan sih dah mulai deh"ucapku membuat pelanggan yang sedang membaca di taman bacanku mulai ikut mikir jawaban apa sesungguhnya yang menjadi tebakan enung.
"lukisan burung"ucap seorang yang sibuk memilih komik dia bernama panji tapi kami memanggilnya"Obama"karna kulitnya yang hitam dan rambutnya yang keriting.
"salah dong Obama"ucap Nung puas. sesungguhnya aku tidak ikut bicara karna ada seseorang yang menyerahkan buku lalu aku menulisnya di pembukuanku.
"gak ada yang tau nih..."ucapnya lagi.
"burung nya cicak dong"ucapnya lagi diiringi tawa renyah yang membuat seisi toko tertawa. Wah sahabatku yang satu ini memang kadang Eror suka sinting memang pikirku .
hari-hari kami dilewati penuh dengan kasih...Tri yang selalu mengeluh dimarahi ibunya yang sangat galak bahkan dengan tidak sopan dia berkata"apa yokap gue bukan yokap kandung ya"katanya . dia selalu melupakan masalahnya jika sudah bersama kami disini. sedangkan Enung yang memang sibuk bekerja dan selalu mengeluh kalo sodara laki-lakinya sudah berubah jadi serigala dan sibuk darimana dapat duit untuk bayaran sekolah adik perempuanya selalu merasa beban itu hilang jika bersama kami disini.
persahabatan bagai kepompong
merubah ulat menjadi kupu-kupu
lagu itu cocok jika jadi ost persahabatn kami.


Komentar